1
Para Penipu di Internet on Wed Apr 23, 2008 10:50 am
flampard
Art Moderator

Ini adalah kisah yang sungguh-sungguh terjadi di Jordania. Seorang
lelaki, berchating dengan seorag gadis yang sudah ngebet mendapatkan
suami. Keduanya berchating ria mencari kesesuaian. Dari hasil chating,
keduanya ternyata menemukan kecocokan untuk menjalin api yang panas.
Apalagi sang lelaki mengaku sebentar lagi akan bercerai-berai dengan
istinya. Lalu keduanya sepakat ketemu di suatu tempat, dengan
ciri-ciri pakaian dll, seperti yang disepakati di chating.
Ketika
keduanya ketemu, sang lelaki malah ngamuk-ngamuk, dan sang wanita
mencak-mencak. Kenapa? Karena keduanya sudah lama saling kenal. Bukan
itu saja, sang lelaki ternyata adalah suami si "gadis", dan si gadis,
tentu saja, istrinya si lelaki.
Itu adalah sebagian kisah yang
sempat terekam media massa. Banyak lagi kisah lain yang tidak tercatat.
Bagi anda yang sudah lama malang-melintang di dunia internet pasti
sudah sering menerima email yang bermacam-macam isinya, seperti menang
lotre, dapat warisan, lowongan kerja, kartu kredit dll.
Berikut adalah beberapa "subject" peniupan yang sering beredar di internet:
- Menang lotre
- Dapat warisan
- Kartu Kredit
- Lowongan kerja
- Mesin pembuat uang
- File Finder (247, FMD)
Modus-modus
penipuan di atas juga beragam. Email yang mengabarkan anda menang lotre
biasanya datang dari negri kincir angin, Belanda. Walaupun anda belum
pernah beli 4D ala singapura atau Lotto atau sejenisnya, tiba-tiba anda
dikirimi email yang menyuruh anda untuk mengklaim hadiah tsb. Nominal
hadiahnya gak tanggung-tangung, bisa jutaan dollar.
Begitu
juga personal email yang dikirim kepada anda, mengabarkan bahwa anda
bisa dapat warisan jutaan dolar, kalau mau mengaku sebagai kerabat dari
orang terkenal yang sudah wafat di daerah konflik, seperti
negara-negara Afrika, menjanjikan imbalan sampai 50 persen. Malah
sekarang bukan hanya para penipu dari Afrika yang mencatut nama-nama
orang terkenal untuk menipu. Suha Arafat juga pernah kirim email ke
saya, menceritakan "penderitaannya" di bawah tekanan Palestina, dan
minta tolong saya membebaskan dirinya, dan jutaan dolar uangnya.
Imbalannya, nanti saya dapat komisi yang tidak habis dimakan 70
turunan.
Selain dari "Suha Arafat" saya sendiri pernah
beberapa kali "mengerjai" para penipu kreatif semacam itu. Beberapa
kali saya dapat email dari sebuah negri di Afrika, yang secara
mengharukan menceritakan bahwa keluarganya tewas dibantai musuh, atau
tewas kecelakaan pesawat terbang. Sang penipu bilang bahwa dia perlu
bantuan "ahli waris" orang asing untuk mencairkan kekayaan yang
dimiliki si orang top tsb. Di email balasan saya pura-pura tertarik
membantu dan mencantumkan alamat saya yang diminta, lengkap dengan no.
HP saya.
Benar-benar penipu nekat. Ternyata dia langsung
menelpon saya dari negri yang jauhnya ribuan kilometer itu. Saya pun
dengan senang hati bertanya-jawab dg makhluk hitam itu. Sampai lama.
Entah berapa ratus dolar dia habiskan guna menelepon saya. Saya sengaja
melama-lamain conversation, kan tujuan saya "ngerjain" si penipu itu.
Biar bengkak tagihan teleponnya.
Inti pembicaraan di telpon,
dia minta secepat-cepatnya datang ke negrinya guna mengambil hak saya.
Tentu saja, jarak yang jauh dan waktu, tak memungkinkan saya datang.
Lalu dia tawarkan agar saya menghubungi notaris di negaranya sana,
diberi kuasa mencairkan warisan saya. Saya setuju, tapi saya minta
waktu 2-3 minggu. Mr. Columbus, demikian si penipu mengaku, keberatan
karena terlalu lama. "Well, no option," kata saya membela. Dia mafhum
dan wanti-wanti (alert me) untuk tidak memberi tahu orang lain tentang
deal-deal kami.
Ajaib, 3 minggu kemudian ternyata tawarannya
masih berlaku, walaupun dia bilang buru-buru. Tapi dengan berbagai
exuze, alasan, saya mengatakan duit belum terkumpul. Akhirnya
tuntutannya mengendor. Dia minta berapa saja uang yang saya punya
segera dikirimkan. Urgent, katanya. Mungkin sudah terlanjur habis
ratusan dolar. Itung-itung balik modal, pikirnya. Saya pun setuju,
akhirnya saya kirimi dia uang 5 dolar bergambar Osama bin Laden. Supaya
cepat saya kirim lewat email.
Belum terdengar lagi kabar Mr. Columbus tsb, sampai sekarang, entah masih hidup atau kena serangan jantung.
Jangan
percaya juga kalau anda mendapat email yang menawarkan kartu kredit.
Melalui emailnya yang meyakinkan, dia mengatakan bahwa kartu kredit
yang dia jual bisa menarik uang tunai sejuta sehari dari ATM bank
tertentu. Harganya pun sangat murah, antara 250 ribu sampai 1juta.
Dengan alasan keamanan, supaya pihak bank tidak bisa melacak kartu
kreditnya, dia menyebar luaskan kartu itu dengan cara menjualnya.
Jangan
percaya itu sebab, sampai sekarang belum ada teknologi yang bisa
menjiplak kartu kredit seseorang lengkap dengan chip dan passwordnya.
Apalagi kalau yang menjual menggunakan mediasi internet. 200 persen
jangan percaya.
Kalau anda sudah lama menganggur, dan sudah
melamar ke sana ke mari, tapi belum menampakkan hasil, coba cari
lowongan di internet. Banyak sekali lowongan yang ditawarkan di
internet. Tapi ingat, seperti juga di dunia nyata, di internet juga
beredar calo-calo pencari mangsa. Mereka menawarkan kerja fantastis
bergaji ribuan dollar. Tentu saja dengan syarat, anda harus mengirimkan
sekedar "uang kopi" yang lumayan jumlahnya.
Ada juga
penipuan yang sebenarnya bukan penipuan, seperti program "sharing file"
antar computer. Program ini dipelopori oleh 247 dan FMD. Situs ini
menawarkan suatu aplikasi bernama File Finder, di mana dengan aplikasi
ini kita bisa mendownload / mengcopy ribuan, bahkn jutaan file, misal
file movie (film), MP3 (music) dan program-program yang sulit didapat
di pasaran. Tentu saja untuk mendapatkan aplikasi file finder, anda
harus membayar, lewat kartu kredit, tentunya.
Tapi begitu anda
telah membayar, dan menginstal file finder, anda tak akan menemukan
satu judul filem pun! Absudrdnya, si pembuat file menyediakan trouble
shooting yang sangat panjang lebar. Tapi ujung-ujungnya, anda tetap tak
bisa memakai File Finder tsb. Kenapa? Karena program ini cara kerjanya
sama saja "mencuri" file orang lain. Pertama dia mengendus (sniffing),
lalu harus mengenal IP address orang, dan menyetujui sang pemilik IP
mengijinkan filenya disharing. Mau curi file, tapi minta ijin dulu,
biar gak dituntut. Itulah amerika. Pokoknya very-very complicated dah!
Coba, ada nggak yang mau bagi-bagi file di sini?
Program semacam ini sepintas bukan penipuan, tapi setelah kita masuk, kita makin terjebak dalam jurang tak berdasar.
Begitulah
modus operandi para penipu di internet, yang menawarkan warisan, menang
lotre, dll. Mereka tak putus asa mengirim email bahkan menelepon,
supaya terlihat meyakinkan. Tapi ciri-cirinya jelas, ujung-ujungnya
minta dana agar kita bayar notaris fiktif.
Untuk memastikan
bahwa suatu produk di internet bukan penipuan, pastikan situs itu
mempunyai alamat yang jelas di dunia nyata, bukan cuma di www. Pastikan
pula ada nomor telp yang bisa dihubungi. Kalau perlu selidiki dulu
kepastian usahanya.
Ingat, Internet adalah makhluk liar yang
lahir dari ilusi-ilusi otak manusia. Dia bermutasi dan berkembang biak
sesukanya, ke mana dia mau, dan tak ada yang sanggup mengendalikan atau
mengontrol, sekalipun FBI atau CIA.
M. Abdullah
emabdulah@yahoo.com
lelaki, berchating dengan seorag gadis yang sudah ngebet mendapatkan
suami. Keduanya berchating ria mencari kesesuaian. Dari hasil chating,
keduanya ternyata menemukan kecocokan untuk menjalin api yang panas.
Apalagi sang lelaki mengaku sebentar lagi akan bercerai-berai dengan
istinya. Lalu keduanya sepakat ketemu di suatu tempat, dengan
ciri-ciri pakaian dll, seperti yang disepakati di chating.
Ketika
keduanya ketemu, sang lelaki malah ngamuk-ngamuk, dan sang wanita
mencak-mencak. Kenapa? Karena keduanya sudah lama saling kenal. Bukan
itu saja, sang lelaki ternyata adalah suami si "gadis", dan si gadis,
tentu saja, istrinya si lelaki.
Itu adalah sebagian kisah yang
sempat terekam media massa. Banyak lagi kisah lain yang tidak tercatat.
Bagi anda yang sudah lama malang-melintang di dunia internet pasti
sudah sering menerima email yang bermacam-macam isinya, seperti menang
lotre, dapat warisan, lowongan kerja, kartu kredit dll.
Berikut adalah beberapa "subject" peniupan yang sering beredar di internet:
- Menang lotre
- Dapat warisan
- Kartu Kredit
- Lowongan kerja
- Mesin pembuat uang
- File Finder (247, FMD)
Modus-modus
penipuan di atas juga beragam. Email yang mengabarkan anda menang lotre
biasanya datang dari negri kincir angin, Belanda. Walaupun anda belum
pernah beli 4D ala singapura atau Lotto atau sejenisnya, tiba-tiba anda
dikirimi email yang menyuruh anda untuk mengklaim hadiah tsb. Nominal
hadiahnya gak tanggung-tangung, bisa jutaan dollar.
Begitu
juga personal email yang dikirim kepada anda, mengabarkan bahwa anda
bisa dapat warisan jutaan dolar, kalau mau mengaku sebagai kerabat dari
orang terkenal yang sudah wafat di daerah konflik, seperti
negara-negara Afrika, menjanjikan imbalan sampai 50 persen. Malah
sekarang bukan hanya para penipu dari Afrika yang mencatut nama-nama
orang terkenal untuk menipu. Suha Arafat juga pernah kirim email ke
saya, menceritakan "penderitaannya" di bawah tekanan Palestina, dan
minta tolong saya membebaskan dirinya, dan jutaan dolar uangnya.
Imbalannya, nanti saya dapat komisi yang tidak habis dimakan 70
turunan.
Selain dari "Suha Arafat" saya sendiri pernah
beberapa kali "mengerjai" para penipu kreatif semacam itu. Beberapa
kali saya dapat email dari sebuah negri di Afrika, yang secara
mengharukan menceritakan bahwa keluarganya tewas dibantai musuh, atau
tewas kecelakaan pesawat terbang. Sang penipu bilang bahwa dia perlu
bantuan "ahli waris" orang asing untuk mencairkan kekayaan yang
dimiliki si orang top tsb. Di email balasan saya pura-pura tertarik
membantu dan mencantumkan alamat saya yang diminta, lengkap dengan no.
HP saya.
Benar-benar penipu nekat. Ternyata dia langsung
menelpon saya dari negri yang jauhnya ribuan kilometer itu. Saya pun
dengan senang hati bertanya-jawab dg makhluk hitam itu. Sampai lama.
Entah berapa ratus dolar dia habiskan guna menelepon saya. Saya sengaja
melama-lamain conversation, kan tujuan saya "ngerjain" si penipu itu.
Biar bengkak tagihan teleponnya.
Inti pembicaraan di telpon,
dia minta secepat-cepatnya datang ke negrinya guna mengambil hak saya.
Tentu saja, jarak yang jauh dan waktu, tak memungkinkan saya datang.
Lalu dia tawarkan agar saya menghubungi notaris di negaranya sana,
diberi kuasa mencairkan warisan saya. Saya setuju, tapi saya minta
waktu 2-3 minggu. Mr. Columbus, demikian si penipu mengaku, keberatan
karena terlalu lama. "Well, no option," kata saya membela. Dia mafhum
dan wanti-wanti (alert me) untuk tidak memberi tahu orang lain tentang
deal-deal kami.
Ajaib, 3 minggu kemudian ternyata tawarannya
masih berlaku, walaupun dia bilang buru-buru. Tapi dengan berbagai
exuze, alasan, saya mengatakan duit belum terkumpul. Akhirnya
tuntutannya mengendor. Dia minta berapa saja uang yang saya punya
segera dikirimkan. Urgent, katanya. Mungkin sudah terlanjur habis
ratusan dolar. Itung-itung balik modal, pikirnya. Saya pun setuju,
akhirnya saya kirimi dia uang 5 dolar bergambar Osama bin Laden. Supaya
cepat saya kirim lewat email.
Belum terdengar lagi kabar Mr. Columbus tsb, sampai sekarang, entah masih hidup atau kena serangan jantung.
Jangan
percaya juga kalau anda mendapat email yang menawarkan kartu kredit.
Melalui emailnya yang meyakinkan, dia mengatakan bahwa kartu kredit
yang dia jual bisa menarik uang tunai sejuta sehari dari ATM bank
tertentu. Harganya pun sangat murah, antara 250 ribu sampai 1juta.
Dengan alasan keamanan, supaya pihak bank tidak bisa melacak kartu
kreditnya, dia menyebar luaskan kartu itu dengan cara menjualnya.
Jangan
percaya itu sebab, sampai sekarang belum ada teknologi yang bisa
menjiplak kartu kredit seseorang lengkap dengan chip dan passwordnya.
Apalagi kalau yang menjual menggunakan mediasi internet. 200 persen
jangan percaya.
Kalau anda sudah lama menganggur, dan sudah
melamar ke sana ke mari, tapi belum menampakkan hasil, coba cari
lowongan di internet. Banyak sekali lowongan yang ditawarkan di
internet. Tapi ingat, seperti juga di dunia nyata, di internet juga
beredar calo-calo pencari mangsa. Mereka menawarkan kerja fantastis
bergaji ribuan dollar. Tentu saja dengan syarat, anda harus mengirimkan
sekedar "uang kopi" yang lumayan jumlahnya.
Ada juga
penipuan yang sebenarnya bukan penipuan, seperti program "sharing file"
antar computer. Program ini dipelopori oleh 247 dan FMD. Situs ini
menawarkan suatu aplikasi bernama File Finder, di mana dengan aplikasi
ini kita bisa mendownload / mengcopy ribuan, bahkn jutaan file, misal
file movie (film), MP3 (music) dan program-program yang sulit didapat
di pasaran. Tentu saja untuk mendapatkan aplikasi file finder, anda
harus membayar, lewat kartu kredit, tentunya.
Tapi begitu anda
telah membayar, dan menginstal file finder, anda tak akan menemukan
satu judul filem pun! Absudrdnya, si pembuat file menyediakan trouble
shooting yang sangat panjang lebar. Tapi ujung-ujungnya, anda tetap tak
bisa memakai File Finder tsb. Kenapa? Karena program ini cara kerjanya
sama saja "mencuri" file orang lain. Pertama dia mengendus (sniffing),
lalu harus mengenal IP address orang, dan menyetujui sang pemilik IP
mengijinkan filenya disharing. Mau curi file, tapi minta ijin dulu,
biar gak dituntut. Itulah amerika. Pokoknya very-very complicated dah!
Coba, ada nggak yang mau bagi-bagi file di sini?
Program semacam ini sepintas bukan penipuan, tapi setelah kita masuk, kita makin terjebak dalam jurang tak berdasar.
Begitulah
modus operandi para penipu di internet, yang menawarkan warisan, menang
lotre, dll. Mereka tak putus asa mengirim email bahkan menelepon,
supaya terlihat meyakinkan. Tapi ciri-cirinya jelas, ujung-ujungnya
minta dana agar kita bayar notaris fiktif.
Untuk memastikan
bahwa suatu produk di internet bukan penipuan, pastikan situs itu
mempunyai alamat yang jelas di dunia nyata, bukan cuma di www. Pastikan
pula ada nomor telp yang bisa dihubungi. Kalau perlu selidiki dulu
kepastian usahanya.
Ingat, Internet adalah makhluk liar yang
lahir dari ilusi-ilusi otak manusia. Dia bermutasi dan berkembang biak
sesukanya, ke mana dia mau, dan tak ada yang sanggup mengendalikan atau
mengontrol, sekalipun FBI atau CIA.
M. Abdullah
emabdulah@yahoo.com








Home













