1
Saat nyawa dicabut on Wed Apr 23, 2008 9:30 am
flampard
Art Moderator


Art Moderator

Sakaratul
maut adalah peristiwa sakitnya kematian. Penderitaan yang paling akhir
bagi seorang yang hidup. Sebelum nyawa manusia dicabut, terlebih dahulu
ia akan mengalami pedihnya sakaratul maut. Itulah proses kematian anak
Adam, yaitu ketika terjadi perpisahan antara raga dan nyawa. Setiap
anggota tubuhnya akan saling mengucapkan selamat berpisah kepada satu
sama lain. Proses itu sungguh menyakitkan dan suatu peristiwa yang
sangat dahsyat.
Allah Swt berfirman, “Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat pada saat orang-orang zhalim berada dalam tekanan sakaratul maut” ( Al-an’am 93 )
Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya
semua manusia pasti mengalami sakaratul maut. Dan sesungguhnya
sendi-sendi tulangnya, masing-masing mengucapkan salam perpisahan
kepada yang lain seraya berkata, “Semoga kamu sejahtera. Kamu berpisah
dariku, dan aku pun berpisah darimu sampai hari kiamar.” ( dikeluarkan
oleh Said bin Mansur ).
Sungguh sakaratul maut adalah perkara yang sangat menyakitkan. Lebih sakit dari pada dipenggal dengan pedang, atau dingergaji dengan gergaji atau digunting dengan gunting.
Jangankan
kita sebagai manusia biasa, para Nabi pun mengalami kejadian yang sama
saat nyawa mereka dicabut. Allah bertanya kepada Roh Nabi Ibrahim as,
bagaimanakah rasanya kematian? Jawab Ibrahim as, “Bagaikan batang besi
pemanggang daging yang dipanaskan, dimasukan ke dalam wol basah, lalu
ditarik dengan keras.” Allah berfirman, “Padahal sungguh, Kami telah
meringankannya untukmu, wahai Ibrahim,” Begitu juga ketika roh Nabi
Musa as. ditanya bagaimanakah rasanya kematian? Musa as
menjawab,”Kurasakan diriku seperti seekor burung kecil yang digoreng
hidup-hidup di wajan. Tidak mati, maka akhirnya bisa tenang, dan tidak
pula selamat, maka akhirnya bisa terbang.” Dalam riwayat lain, Nabi
Musa as berkata, “Kurasakan diriku seperti seekor kambing yang dikuliti
hidup-hidup oleh tukang jagal ( Al-Muhasibi dalam Ar-Ri’ayah).
Nabi
saw bersabda demi Allah yang menggenggam jiwaku, sesungguhnya melihat
malaikat maut itu lebih dahsyat dari pada seribu kali pukulan pedang.” .
Malaikat
maut itu sendiri ketika Allah mencabut nyawanya kelak, setelah kematian
seluruh makhluk, maka ia berkata , “Demi keagungan-Mu, andaikan aku
tahu betapa pedih sakaratul maut seperti yang kurasakan kini. Niscaya
aku tidak akan mencabut nyawa seorang mukmin pun “
Diriwayatkan dari Abu Maysarah secara marfu’, “Andaikan
sakitnya seutas rambut dari orang yang meninggal dunia itu diberikan
kepada penduduk langit dan bumi, niscaya mereka akan mati semua.
Al-Qurtubi rah.a menulis dalam At-Tadzkirah-nya, “Saya
mendengar, Wallahu a’lam wa ahkam, bahwa malaikat maut itu memandang
wajah setiap Bani Adam sebanyak 366 kali. Dan bahwa malaikat maut
memandang ke setiap rumah yang berada dibawah naungan langit sebanyak
600 kali. Dan saya mendengar malaikat maut itu mencabut nyawa anak Adam
dari bawah setiap anggota tubuhnya, yaitu dari kuku-kukunya,
urat-uratnya, dan rambutnya . Dan setiap kali nyawa itu sampai dari
sendir-sendi yang lainnya, maka rasa sakitnya lebih dasyat dari pada
dipukul 1000 kali.’ Wallahu a’lam.
Semoga Allah Swt dengan kasih sayangnya memberikan kemudahan kepada kita semua dalam menghadapi sakaratul maut.
“
Ya Allah lindungilah kami dari azab kubur , azab jahanam , fitnah
dajjal dan kami berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati.”








Home






















